Tanggungharjo — Momentum keberkahan di bulan Rabi’ul Awwal 1448 H, bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW, sekaligus semarak Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, menjadi semakin istimewa bagi masyarakat Tanggungharjo dengan hadirnya sebuah kado kemanusiaan.
Adalah PT Sandana Makmur Sejahtera (SMS), menyerahkan bantuan berupa 1 unit mobil ambulans kepada Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Tanggungharjo. Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi sarana pelayanan sosial dan kemanusiaan yang dapat memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat.
Penyerahan ambulans ini memiliki makna yang sangat kuat karena berlangsung dalam dua momentum penuh nilai: Maulid Nabi Muhammad SAW yang sarat dengan keteladanan, kepedulian, dan kasih sayang kepada sesama, serta HUT Kemerdekaan RI ke-81 yang mengingatkan pentingnya semangat perjuangan, gotong royong, dan pengabdian kepada bangsa.
Kisah Kocak Santri, Tungku Rewel, dan Kebaikan Simbah Kyai (Kisah nyata sekitar tahun 1990-an)
Malam itu, sekitar pukul 21.00 WIB setalah kgiatan musyawah bersama. Suasana pondok mulai sepi. Hujan rintik-rintik turun membasahi halaman. Udara dingin menusuk, sementara di dapur pondok tampak beberapa santri masih sibuk menyiapkan makan malam.
Namanya juga santri, urusan perut tetap harus diperjuangkan. 😄
Malam itu seorang santri sedang memasak menggunakan tungku berbahan grajen. Namun sayangnya, si tungku sepertinya sedang tidak bersahabat.
Api bukannya menyala, malah mota-mati.
Dikipasi berkali-kali, ditiup, ditambah grajen, bahkan mungkin kalau bisa diajak musyawarah sudah diajak musyawarah.
Jamaah Jum’ah ingkang dipun mulyaaken dening Alloh SWT,
Saderengipun kula nglajengaken khutbah ing dinten ingkang mulya punika, Khulo tansah wasiat khususipun dumateng dhiri pribadi lan sumrambah dumateng panjenengan sedaya, mangga kita sesarengan nambahi lan ningkataken iman saha taqwa dumateng Alloh SWT. Inggih punika kanthi estu-estu nindakaken sadaya perintahipun, lan nilar sadaya awisan-awisanipun, supados kita sedaya pikantuk kawilujengan ing dunya dumugi akhirat.
Latar: Teras depan masjid Ngetuk. Waktu menunjukkan pukul 01.00 dini hari. Suasana gelap gulita karena sedang mati lampu (pemadaman bergilir). Suara jangkrik terdengar bersahutan.
Karakter:
Kang Qowim: Santri senior yang sedang suntuk, kehabisan rokok, dan kebetulan lupa bawa korek.
Abah Ali (Pak Yai): Pengasuh pondok yang kebetulan sedang inspeksi malam sambil bersantai mencari angin.
(Panggung gelap. Hanya ada satu titik cahaya kecil berwarna merah menyala-nyala di pojok teras masjid. Itu adalah ujung rokok yang sedang dihisap oleh seseorang yang duduk bersila di tempat gelap. Orang itu adalah Abah Ali, memakai sarung dan peci hitam, bahunya tertutup sorban.)
(Kang Qowim masuk ke panggung sambil meraba-raba tembok. Sarungnya diikat asal-asalan. Ia berjalan mengendap-endap dan matanya tertuju pada cahaya merah rokok tersebut.)
Puji syukur dhumateng Ngarsanipun Allah SWT, ingkang sampun maringaken nikmat iman, islam, saha kesehatan, saéngga kita sedaya taksih dipunparingi kekiyatan lampah saged makempal ing masjid punika kanthi wilujeng nir ing sambikala, kinen nindakaken kewajiban Shalat Jumat. Shalawat saha salam mugi tansah katur dhumateng junjungan kita Nabi Agung Muhammad SAW, dhumateng keluarga, para sahabat, saha sedaya umatipun ingkang tansah istiqomah dumugi akhir zaman.
A. Bab waris; Ada anak perempuan dapat warisan sebelum menikah. Pertanyaan :
Setelah beberapa tahun menikah suaminya meninggal dunia, apakah anak-anaknya mendapati warisan dari ayahnya (padahal hartanya adalah milik istri yang dulunya hasil warisan, bukan hasil bersama suami yang meninggal tadi) ?
Anak-anaknya tidak berhak mendapati warisan dari bapaknya sebagai asobah, dengan pertimbangan;
Karena status tirkah (harta tinggalan) tersebut masih murni milik sang ibu, bukan milik sang bapak
Sang Ibu masih hidup, karena ahli waris bisa mendapati warisan kalau muwarrits telah meninggal
Marilah kita senantiasa meningkatkan kualitas iman dan taqwa kepada Allah SWT., semoga kita mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Aamiin.
Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah
Kita saat ini berada di bulan Dzulhijjah, bulan yang mulia, bulan yang di dalamnya terdapat hari-hari terbaik untuk beramal saleh. Karena itu, seorang muslim tidak boleh malas, tetapi harus memiliki semangat ibadah dan semangat bekerja. Allah Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an Surat At-Taubah ayat 105:
“Dan katakanlah: bekerjalah kalian, maka Allah akan melihat pekerjaan kalian, begitu pula Rasul-Nya dan orang-orang mukmin.”
Ayat ini mengajarkan bahwa Islam adalah agama kerja dan amal nyata. Muslim yang baik bukan hanya banyak bicara, tetapi juga produktif, amanah, disiplin, dan bermanfaat bagi orang lain.
“Tidak ada hari-hari yang amal saleh pada hari-hari itu lebih dicintai Allah daripada sepuluh hari pertama Dzulhijjah ini.” (HR. al-Bukhari)
Maka di hari-hari mulia ini, di sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah ini, mari kita tingkatkan ibadah, kerja yang halal, menuntut ilmu, dan amal kebaikan. Kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya, karena belum tentu tahun depan kita masih diberi kesempatan seperti ini.
Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah
Imam Hasan al-Bashri dalam Hilyatul Auliya’ berkata:
“Wahai anak Adam, sesungguhnya engkau hanyalah kumpulan hari. Setiap kali satu hari berlalu, maka hilang pula sebagian dari dirimu.”
Karena itu jangan sia-siakan umur dengan kemalasan dan hal yang tidak bermanfaat. Sampai-sampai Rasulullah SAW berlindung dari sifat malas dalam doa beliau:
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)
Maka sebagai seorang muslim hendaknya kita bekerja dengan niat ibadah, mencari nafkah yang halal, mendidik keluarga, memperbaiki masyarakat, dan memanfaatkan waktu semaksimal mungkin sebelum datang penyesalan.
Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah
Mari kita jadikan bulan Dzulhijjah ini sebagai momentum memperbaiki ibadah dan etos kerja kita. Bekerja dengan jujur, mencari rezeki yang halal, dan memanfaatkan waktu sebaik-baiknya mumpung kesempatan masih ada.
Semoga Allah meridhai setiap langkah kita menuju kebaikan. Aamiin.
Program Kartu Sehat dengan pemberian subsidi pemeriksaan kesehatan melalui dokter mitra yang digagas oleh UPZISNU Ranting Tanggungharjo kembali mengalami perluasan layanan. Setelah sebelumnya berjalan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di wilayah Ngetuk RW 01 dan Kedunggempol RW 03, kini program tersebut resmi diperluas ke wilayah Tanggungkrajan RW 02.
Perluasan program ini menjadi bukti nyata komitmen UPZISNU dalam menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat melalui pengelolaan dana KOIN NU secara amanah, transparan, dan tepat sasaran. Dana yang dihimpun dari gerakan KOIN NU terbukti mampu menjadi solusi sosial di bidang kesehatan bagi warga yang membutuhkan akses layanan medis dengan biaya terjangkau.
Nahdlatul Ulama Ranting Tanggungharjo menggelar pelatihan digitalisasi Kartu Sehat sebagai langkah penguatan pelayanan sosial berbasis teknologi kepada masyarakat. Kegiatan tersebut diikuti oleh pengurus ranting, kader, serta relawan pelayanan kesehatan yang nantinya akan terlibat langsung dalam pengelolaan sistem digital kartu sehat.
Pelatihan dilaksanakan dengan tujuan memberikan pemahaman teknis mengenai tata cara pendataan digital, penginputan data anggota, proses verifikasi penerima manfaat, hingga penggunaan sistem administrasi berbasis elektronik yang lebih efektif dan efisien.