Semarak Hari Santri Nasional 2026, Jalan Sehat NU Tanggungharjo Diikuti 2.700 Peserta, Ratusan Doorprize Dibagikan

TANGGUNGHARJO, GROBOGAN – Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Tanggungharjo menggelar kegiatan Jalan Sehat dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2026 pada Kamis (22/10/2026). Kegiatan yang berlangsung meriah ini diikuti sekitar 2.700 peserta dari berbagai kalangan masyarakat, lembaga pendidikan, pondok pesantren, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat di Desa Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan.

Kegiatan yang mengusung semangat kebersamaan, persatuan, dan kecintaan terhadap Nahdlatul Ulama tersebut menjadi salah satu momentum untuk mempererat ukhuwah Islamiyah, memperkuat silaturahmi antarwarga, sekaligus menumbuhkan semangat kebangsaan dalam memperingati Hari Santri Nasional.

Peserta berasal dari berbagai unsur, di antaranya warga Nahdliyin Desa Tanggungharjo, lembaga pendidikan formal tingkat SD, SMP, dan SMA, serta sejumlah pondok pesantren, yakni Pondok Pesantren Bustanul Arifin, Pondok Pesantren Raudhatul Muttaqin, dan Pondok Pesantren Al Ishlah 2. Kegiatan ini juga diikuti para tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.

Baca selengkapnya

Lima Bulan Tanpa Hujan, PP Bustanul Arifin Gelar Sholat Istisqo’

Tanggungharjo, 8 Oktober 2026 — Kondisi kekeringan yang melanda wilayah Tanggungharjo setelah kurang lebih lima bulan tidak turun hujan mendorong Pondok Pesantren Bustanul Arifin Ngetuk, Tanggungharjo, menggelar Sholat Istisqo’ sebagai bentuk ikhtiar dan doa bersama memohon turunnya hujan kepada Allah SWT.

Kegiatan Sholat Istisqo’ dilaksanakan pada Kamis, 8 Oktober 2026, bertempat di komplek PP Bustanul Arifin Ngetuk, Tanggungharjo, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Baca selengkapnya

Tingkatkan Produksi dan Tekan Hama Puluhan Petani ikuti Pelatihan Manajemen Agriculture di Tanggungharjo

*TANGGUNGHARJO, 14 September 2026* – Dalam upaya mewujudkan pertanian yang produktif, sehat, dan berkelanjutan, Ponpes Bustanul Arifin bersama NU Ranting Tanggungharjo dan PT. SUN menggelar *Pelatihan Manajemen Agriculture* bagi para petani.

Kegiatan ini dilaksanakan pada *Senin, 14 September 2026* mulai pukul *08.00 WIB sampai selesai* bertempat di *Ponpes Bustanul Arifin, Tanggungharjo*.

Pelatihan ini menjadi langkah nyata sinergi antara lembaga pendidikan, organisasi keagamaan, dan dunia usaha untuk memberdayakan petani di wilayah Tanggungharjo dan sekitarnya.

Baca selengkapnya

SAATNYA PETANI NAIK KELAS! Belajar Teknologi, Kelola Lahan, hingga Strategi Pemasaran Secara GRATIS

TANGGUNGHARJO, GROBOGAN – Dunia pertanian terus berkembang. Di tengah tuntutan peningkatan produktivitas, ancaman hama dan penyakit, serta perubahan teknologi yang semakin cepat, petani dituntut tidak hanya mampu bercocok tanam, tetapi juga memiliki kemampuan mengelola usaha pertanian secara modern, adaptif, dan berkelanjutan.

Menjawab tantangan tersebut, Pondok Pesantren Bustanul Arifin, NU Ranting Tanggungharjo, dan PT. SUN bersinergi menggelar Pelatihan Menejemen Agriculture yang ditujukan bagi para petani, kelompok tani, pemuda tani, maupun masyarakat yang memiliki ketertarikan terhadap perkembangan pertanian modern.

Kabar baiknya, pelatihan ini GRATIS tanpa biaya pendaftaran!

Namun, masyarakat harus bergerak cepat. Panitia hanya menyediakan kuota terbatas untuk 30 peserta.

Baca selengkapnya

LUAR BIASA! Kado Maulid & HUT RI ke-81, Hadiah Ambulans untuk Ranting NU Tanggungharjo

Tanggungharjo — Momentum keberkahan di bulan Rabi’ul Awwal 1448 H, bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW, sekaligus semarak Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, menjadi semakin istimewa bagi masyarakat Tanggungharjo dengan hadirnya sebuah kado kemanusiaan.

Adalah PT Sandana Makmur Sejahtera (SMS), menyerahkan bantuan berupa 1 unit mobil ambulans kepada Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Tanggungharjo. Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi sarana pelayanan sosial dan kemanusiaan yang dapat memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat.

Penyerahan ambulans ini memiliki makna yang sangat kuat karena berlangsung dalam dua momentum penuh nilai: Maulid Nabi Muhammad SAW yang sarat dengan keteladanan, kepedulian, dan kasih sayang kepada sesama, serta HUT Kemerdekaan RI ke-81 yang mengingatkan pentingnya semangat perjuangan, gotong royong, dan pengabdian kepada bangsa.

Baca selengkapnya

GENI MOTA MATI, KYAI MALAH NGIRIM LAUK

Kisah Kocak Santri, Tungku Rewel, dan Kebaikan Simbah Kyai (Kisah nyata sekitar tahun 1990-an)

Malam itu, sekitar pukul 21.00 WIB setalah kgiatan musyawah bersama. Suasana pondok mulai sepi. Hujan rintik-rintik turun membasahi halaman. Udara dingin menusuk, sementara di dapur pondok tampak beberapa santri masih sibuk menyiapkan makan malam.

Namanya juga santri, urusan perut tetap harus diperjuangkan. 😄

Malam itu seorang santri sedang memasak menggunakan tungku berbahan grajen. Namun sayangnya, si tungku sepertinya sedang tidak bersahabat.

Api bukannya menyala, malah mota-mati.

Dikipasi berkali-kali, ditiup, ditambah grajen, bahkan mungkin kalau bisa diajak musyawarah sudah diajak musyawarah.

Tapi tetap saja:

Baca selengkapnya

Mengisi Kemerdekaan dengan Menjaga Kerukunan

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ، اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْإِيْمَانِ وَالْإِسْلَامِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ:

فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ، اِتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

وَقَالَ تَعَلَى : وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْا ۖوَاذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ كُنْتُمْ اَعْدَاۤءً فَاَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَاَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهٖٓ اِخْوَانًاۚ وَكُنْتُمْ عَلٰى شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَاَنْقَذَكُمْ مِّنْهَا ۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اٰيٰتِهٖ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ

Jamaah Jum’ah ingkang dipun mulyaaken dening Alloh SWT,

Saderengipun kula nglajengaken khutbah ing dinten ingkang mulya punika, Khulo tansah wasiat khususipun dumateng dhiri pribadi lan sumrambah dumateng panjenengan sedaya, mangga kita sesarengan nambahi lan ningkataken iman saha taqwa dumateng Alloh SWT. Inggih punika kanthi estu-estu nindakaken sadaya perintahipun, lan nilar sadaya awisan-awisanipun, supados kita sedaya pikantuk kawilujengan ing dunya dumugi akhirat.

Hadirin Jamaah Jum’ah rohimakumullah,

Baca selengkapnya

Sebatang Rokok Pembawa Petaka

Latar: Teras depan masjid Ngetuk. Waktu menunjukkan pukul 01.00 dini hari. Suasana gelap gulita karena sedang mati lampu (pemadaman bergilir). Suara jangkrik terdengar bersahutan.

Karakter:

  • Kang Qowim: Santri senior yang sedang suntuk, kehabisan rokok, dan kebetulan lupa bawa korek.
  • Abah Ali (Pak Yai): Pengasuh pondok yang kebetulan sedang inspeksi malam sambil bersantai mencari angin.

(Panggung gelap. Hanya ada satu titik cahaya kecil berwarna merah menyala-nyala di pojok teras masjid. Itu adalah ujung rokok yang sedang dihisap oleh seseorang yang duduk bersila di tempat gelap. Orang itu adalah Abah Ali, memakai sarung dan peci hitam, bahunya tertutup sorban.)

(Kang Qowim masuk ke panggung sambil meraba-raba tembok. Sarungnya diikat asal-asalan. Ia berjalan mengendap-endap dan matanya tertuju pada cahaya merah rokok tersebut.)

Baca selengkapnya

Rebo Pungkasan: Momentum Doa, Sedekah, dan Muhasabah

Oleh : K. Sihabul Millah , Ketua Syuriyah NU ranting Tanggungharjo

KHUTBAH PERTAMA 

الحَمْدُ للهِ المَلِكِ الدَّيَّانِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانَ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الطُّغْيَانِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الحَاضِرُونَ المُتَّقُونَ، أُوْصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُونَ. 

قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي القُرْآنِ الكَرِيمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ. 

Ma’asyiral Muslimin Jamaah Jum’ah ingkang minulyo, 

Puji syukur dhumateng Ngarsanipun Allah SWT, ingkang sampun maringaken nikmat iman, islam, saha kesehatan, saéngga kita sedaya taksih dipunparingi kekiyatan lampah saged makempal ing masjid punika kanthi wilujeng nir ing sambikala, kinen nindakaken kewajiban Shalat Jumat. Shalawat saha salam mugi tansah katur dhumateng junjungan kita Nabi Agung Muhammad SAW, dhumateng keluarga, para sahabat, saha sedaya umatipun ingkang tansah istiqomah dumugi akhir zaman. 

Baca selengkapnya

Hasil Bahtsul Masa’il di Kapung (26 Juni 2026)

A. Bab waris; Ada anak perempuan dapat warisan sebelum menikah. Pertanyaan :

  1. Setelah beberapa tahun menikah suaminya meninggal dunia, apakah anak-anaknya mendapati warisan dari ayahnya (padahal hartanya adalah milik istri yang dulunya hasil warisan, bukan hasil bersama suami yang meninggal tadi) ?

Anak-anaknya tidak berhak mendapati warisan dari bapaknya sebagai asobah, dengan pertimbangan;

  • Karena status tirkah (harta tinggalan) tersebut masih murni milik sang ibu, bukan milik sang bapak
  • Sang Ibu masih hidup, karena ahli waris bisa mendapati warisan kalau muwarrits telah meninggal
Baca selengkapnya