Sebagian budaya NU adalah kirim doa untuk arwah, biasanya ahli warisnya menyumbang dana dengan niat birrul waalidain, dan peruntukanya adalah untuk pembangunan masjid, madrasah, pondok, dan fasilitas umum lainnya, dan ada juga yang dipakai untuk pembangunan fasilitas kubur, untuk jamuan makan, dll.
a. Apakah yang sedemikian ini sudah benar secara hukum ?
Hukumnya sudah benar, sumbangan tadi termasuk infaq/ jariyah/ sedekah, dan bernilai birrul walidain
Sumbangan tadi boleh dipakai untuk kemaslahatan bersama seperti membangun fasilitas kubur, jamuan
makan peziarah, dll dari maslahatil ‘ammah
MWC NU Tanggungharjo melalui Lembaga Perekenomian NU (LPNU) akan mendirikan usaha dengan menggali modal dari pengurus, maupun warga NU dengan bentuk sodaqoh, infak dll, kalau untung hasilnya dipakai untuk organisasi, gaji karyawan, konsumsi, kas, dan untuk kegiatan sosial lainnya.
Pertanyaan; | LPNU MWC
- Apakah boleh menggali modal dengan cara tsb, (istilahnya sodaqoh produktif atau infaq produktif)?
Boleh, dengan catatan;
Baca selengkapnyaTetangga saya meninggal disholati di dalam masjid (bagian dalam), kemudian masyarakat awam bilang;
“kok di sholati di masjid bagian dalam, masjid kan buat i’tikaf”. Pertanyaan:
Bagaimana hukum mensholati jenazah di dalam masjid? | Ranting NU Ngambakrejo
Hukumnya sunnah, sholat jenazah di dalam masjid selama ;
- Tidak mengotori atau menajisi masjid, misalnya jenazah berdarah, atau keluar cairan najis akibat
kecelakaan, penyakit atau semisalnya. - Kalau dikhawatirkan mengotori atau menajisi masjid, maka tidak boleh disholati di masjid atau
mushola, tetapi disholati dirumah
Selengkapnya bisa dibaca melalui tautan link berikut:
Baca selengkapnya


Untuk pertama kalinya, NU Ranting Tanggungharjo melalui lembaganya UPZISNU menggelar kegiatan Santunan Anak Yatim sebagai agenda rutin yang Insya Allah akan dilaksanakan setiap bulan. Kegiatan ini berlangsung di wilayah Desa Tanggungharjo tepatnya di Dukuh Kedunggempol dan diikuti oleh anak-anak yatim dari lingkungan sekitar sebagai bentuk kepedulian sosial Nahdlatul Ulama.
Baca selengkapnya
Nahdlatul Ulama (NU) Ranting Tanggungharjo meluncurkan program bantuan keringanan biaya berobat bagi warga NU di wilayah Tanggungharjo yang sudah memiliki kotak koin. Program ini bertujuan untuk membantu warga NU yang membutuhkan biaya berobat dengan memberikan keringanan biaya sebesar Rp. 25.000 (besar bantuan sewaktu-waktu bisa berubah).
Baca selengkapnya- Seputar qurban, biasanya yang terjadi di masyarakat, dari pihak mudhohhi bilang kepada panitia; “Pak ini qurban sunnah saya. Panitia menjawab; Baik Pak kami terima kurban anda, nanti untuk kepala, kulit, dan kaki semua saya minta untuk tambahan yang kelet (al jazzar), bagaimana hukumnya?| Ranting NU Sugihmanik
Jawaban :
Baca selengkapnyaTentang sajen, sejak zaman dahulu hingga sekarang masyarakat masih sering memakai sajen dalam setiap acara seperti mantu, iring-iring khitanan, dan lainnya.
a. Bagaimana hukum memakai sajen ? Boleh;
- Selama tidak ada niatan taqorrub kepada selain Alloh
- Tidak ada unsur tabdzirul mal/idlo’atul mal (menyia-nyiakan harta)
Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Desa Tanggungharjo bersama Unit Pengelola Zakat, Infaq, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (UPZIS NU) melaksanakan kegiatan penghitungan hasil Kotak Koin NU, pada Jum’at, 6 Februari 2026, bertempat di Kantor Sekretariat.
Kegiatan ini adalah kegiatan pertama kali yang dilakukan penghitungan hasil koin NU di ranting desa Tanggungharjo dan merupakan bagian dari program rutin gerakan Koin NU (Kotak Infaq NU) sebagai upaya penguatan kemandirian jam’iyah dan pemberdayaan umat berbasis filantropi Islam yang dikelola secara terstruktur, profesional, dan berkelanjutan.
Baca selengkapnya
Dalam rangka meneguhkan peran khidmah kepada umat, UPZISNU Tanggungharjo terus berikhtiar menghadirkan program-program kemaslahatan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Salah satunya diwujudkan melalui kerja sama pelayanan kesehatan dengan Praktik Mandiri Dokter dr. Bima Bayu Putra dan dr. Galuh N.M untuk layanan rawat jalan.
Baca selengkapnyaOleh : Muhammad Iqbal Baidlowi, S.Pd

Di tengah kehidupan modern yang serba cepat, bising, dan penuh tuntutan, buku Menapaki Takdir Menyigi Makna hadir sebagai ruang jeda yang menenangkan. Buku ini mengajak pembaca berhenti sejenak, menundukkan kepala, lalu merenungi kembali arah hidup yang selama ini mungkin dijalani tanpa kesadaran penuh. Terinspirasi dari nilai-nilai Maiyah dan pemikiran Mbah Nun (M.H. Ainun Najib), buku ini tidak menawarkan khotbah atau jawaban mutlak, melainkan undangan untuk berdialog dengan diri sendiri.
Baca selengkapnya