Langkah Besar dari Tanggungharjo: Digitalisasi KOIN NU Demi Transparansi Umat

Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Tanggungharjo seakan tidak akan pernah berhenti dan senantiasa terus berinovasi dalam memperkuat tata kelola organisasi. Sebagai langkah nyata menghadapi era disrupsi digital, hari ini, Sabtu, 28 Maret 2026, bertempat di sekretariat, PRNU Tanggungharjo menggelar Pelatihan IT bertajuk “Digitalisasi KOIN NU” yang diikuti oleh jajaran pengurus dan relawan lapangan (Petugas Penarik Koin).
Program Digitalisasi KOIN (Kotak Infak) NU ini bertujuan untuk mentransformasi sistem pelaporan manual menjadi sistem berbasis teknologi yang lebih transparan, akuntabel, dan real-time. Dengan sistem ini, perolehan donasi dari jamaah dapat tercatat secara otomatis dan dilaporkan secara terbuka kepada publik.
Menghadirkan pakar yang kompeten di bidangnya, pelatihan ini dipandu oleh Muhamad Rudy Asfin, narasumber ahli yang merupakan developer di bidang teknologi informasi dan manajemen instruksional. Dalam paparannya, narasumber menekankan pentingnya adopsi teknologi bukan sekadar sebagai alat, melainkan sebagai budaya kerja baru yang mengedepankan akurasi data. Dengan penyampaian yang interaktif dan praktis, pemateri berhasil mengupas tuntas teknis penggunaan dashboard digital serta strategi pengamanan database jamaah, sehingga para peserta yang mayoritas adalah praktisi lapangan dapat memahami alur kerja sistem baru ini dengan cepat dan efisien.
Arif Afandi, S.Pd, salah satu Wakil Ketua PRNU Tanggungharjo menyampaikan bahwa langkah digitalisasi ini adalah bentuk tanggung jawab moral organisasi dalam menjaga amanah jamaah.
“Digitalisasi bukan hanya soal gaya hidup, tapi soal integritas. Dengan sistem IT yang baik, para donatur atau Nahdliyin dapat melihat langsung bagaimana dana yang mereka titipkan dikelola untuk kemaslahatan umat, seperti santunan anak yatim, bantuan kesehatan, hingga pengembangan program lain yang akan dilaksanakan,” ujarnya di sela-sela kegiatan.
Dalam pelatihan ini, para peserta dibekali dengan berbagai keterampilan teknis, di antaranya:
- Input Data Digital: Cara penggunaan aplikasi atau dashboard khusus untuk mencatat perolehan infak di tiap titik.
- Manajemen Database: Pengelolaan data donatur agar program jemput bola menjadi lebih efektif dan terorganisir.
- Keamanan Data: Memberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga privasi data jamaah dalam sistem jaringan.
Meskipun sebagian peserta berasal dari latar belakang yang berbeda kapasitas dan kemampuannya, antusiasme belajar teknologi sangat tinggi. Salah satu relawan mengungkapkan bahwa sistem digital ini sangat membantu memangkas birokrasi pelaporan yang sebelumnya memakan waktu lama karena harus direkap secara manual di atas kertas.
Dengan suksesnya pelatihan ini, diharapkan KOIN NU Ranting Tanggungharjo dapat menjadi pilot project bagi ranting-ranting lainnya dalam memanfaatkan teknologi informasi untuk kemandirian ekonomi organisasi.
Istimewa
Semoga bermanfaat untuk umat
Alhamdulillah semoga tambah bermanfaat bagi Ranting Tanggungharjo pada khususnya
Dan JAM’IYAH NAHDLATUL ULAMA INDONESIA pada umumnya….
semoga saling menjaga transparansi dana umat semua bermanfaat kembali ke umat amin
Semoga istiqomah berjalan di jalan Allah. Kerja ikhlas tanpa batas…
https://shorturl.fm/VzK4O
https://shorturl.fm/ILCPj